PERGESERAN FUNGSI RITUAL RUWATAN LAKON SUDHAMALA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MODERN
DOI:
https://doi.org/10.52829/pw.35Keywords:
ruwatan, Sudhamala, the change, function, modern societyAbstract
References
Esten, M., (1999). Kajian Transformasi Budaya, Angkasa: Bandung.
Firth, R., (1957). Man and Culture. An Evaluation of the Work of Branislaw Malinowski, London: Routlegde & Kegan Paul.
Gennep,A. V., (1960). The Rite of Passage,London: Outledge & Kegan Paul.
Hanto, W., dkk., (1996). Ruwatan Bersama di Tengah Pengaruh Budaya Kota . Laporan Penelitian.Surakarta: STSI.
Harpawati, T., dkk., (2014). Keterpaduan Stmktur Dramatik Pertunjukan Wayang Kulit Lakon Sudhamala. Gelar. Vol. 12 No. 1: 93-104.
Kayam, U., (2003). Seni Pertunjukan dan Sistem Kekuasaan dalam Mencermati Seni Pertunjukan I,Sal Murgiyanto (ed.). Surakarta: STSIPress: 98-107.
Kodiran, (1997). Kebudayaan Jawa' dalam Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Koentjaraningrat (ed.). Jakarta: Djambatan: 329-352.
Kodiran, (2000). Perkembangan Kebudayaan dan Implikasinva terhadap Perubahan Sosial di Indonesia,Yogyakarta: Fakultas Sastra UGM.
Koentjaraningrat, (1984). Kebudayaan Jawa,Jakarta: Balai Pustaka.
Kusmayati, H., (2003). Seni Pertunjukan Ritual: Tumbuh dan Kembang ke Arah Mana” dalam Sal Murgiyanto (ed.), Mencermati Seni Pertunjukan I. Surakarta: STSI Press: 205-212.
Muslich, K.S., (2007). Pandaming Kalbu dalam Islam dan Pesan Moral Budaya Jawa, Yogyakarta: Global Pustaka Utama.
Peursen, V., (1993). Strategi Kebudayaan.Terjemahan Dick Hartoko, Yogyakarta: Kanisius.
Purwana, B. H. S., (2015). Ritual MuangJong: Identitas Kolektif Komunitas Orang Sawang di Pulau Belitung , Patrawidya.Vol. 16 No. 2: 179-203.
Redisuta IV, (1954). Tjariyos Pedalangan Dalang Kandhabuwana Murwakala, Kediri: Tan Khoen Swie.
Rusdy, S.T., (2012). Ruwatan Sukirta & Ki Timbul Hadiprayitno, Jakarta: Yayasan Kertagama.
Sarwanto, (2008). Pertunjukan Wayang Kulit Puiwa dalam Ritual Bersih Desa, Surakarta: ISI Press bekerjasama dengan Cendrawasih.
Sedyawati, E., (2001). Kesenian Kraton dan Luar Kraton pada Masa Hindu-Buddha . Makalah disampaikan dalam penataran Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Jakarta: Bentara Budaya.
Soedarsono, R. M., (1999). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi, Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan kebudayaan.
Soemanto, B., (2008). Perkembangan Wayang (Kulit) dalam Perspektif Dramaturgi Makalah, Surakarta:ISI.
Soetamo, (1995). Ruwatan di Daerah Surakarta. Surakarta:CV. Cendrawasih.
Solichin, (2010). Wayang Masterpiece Seni Budaya Dunia, Jakarta: Sinergi Persadatama Foundation.
Stzomka, P., (2007). Sosiologi Perubahan Sosial,Cetakanke-3, Jakarta: Prenada.
Subalidinata, (1985). Sejarah dan Perkembangan Cerita Murwakala dan Ruwatan dari Sumber- Sumber Sastra Jawa,Yogyakarta: Javanologi.
Sumanto, (2007). Ruwatan Sukirta sebuah Pengetahuan Kearifan Budaya Jawa , Lakon.Vol. IV No. 1: 16-29.
Suwamo, (2016). Tradisi Manten Mubeng Gapura di Masjid Loram Kuloir ,Patrawidva, Vol. 17 No. 2: 57-73.
Tim Penyusun, (1977). Candi Sukuh dan Kidung Sudhamala. Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan.
Zoetmulder, P. J., (1983). Kalangwan Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Terjemahan Dick Hartoko. Jakarta: Djambatan.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2018 Tatik Harpawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.