Yasadipura I: Politik nasionalisme pujangga Jawa dalam Babad Giyanti

Authors

  • Ajeng Aisyah Fitria Universitas Gadjah Mada, Indonesia
  • Hendra Aprianto Universitas Gadjah Mada, Indonesia
  • Aprinus Salam Universitas Gadjah Mada, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52829/pw.487

Keywords:

Babad Giyanti, ideologi, politik nasionalisme, Yasadipura I

Abstract

Yasadipura I (1729-1803) dikenal sebagai pilar kebangkitan kesusastraan Jawa. Sebagai pujangga Jawa, Yasadipura I memperlihatkan kepiawaian dalam karya-karyanya salah satunya dalam Babad Giyanti. Untuk menggali wacana ideologi dalam karya sastra, digunakan dua teori, yaitu materialisme historis dari Terry Eagleton dan pandangan dunia dari Lucien Goldmann dengan metode deskriptif kualitatif. Dari analisis didapat hasil sebagai berikut. Pertama, ideologi kolonialisme dan kapitalisme Hindia Belanda yang menekan Kasunanan Surakarta menciptakan dua ideologi berupa individualisme dan patriotisme. Hal tersebut diperlihatkan dengan tindakan mengkritisi para penguasa melalui ideologi Islam-Jawa oleh Yasadipura I. Kedua, pandangan dunia Yasadipura I direpresentasikan sebagai subjek yang politis. Posisi Yasadipura I sebagai pujangga dikonstruksi oleh posisinya sebagai santri sekaligus priyayi membentuk pandangan kontradiksi, yaitu sebagai pujangga Kasunanan Surakarta, tetapi secara tersirat subjek berpihak pada Pangeran Mangkubumi. Dari keberpihakan pada kubu kontra kolonial memunculkan ideologi nasionalisme yang muncul atas dasar politik nasionalisme demi mengamankan Surakarta yang lemah kala itu.

Downloads

Published

31-12-2024

Issue

Section

Articles

Citation Check