GUNUNG ARJUNA DALAM TRADISI LISAN DAN MANUSKRIP: MEMORI SOSIAL-RELIGI PASCA MAJAPAHIT ABAD KE XVI-XVII M
Keywords:
Gunung Arjuna, memori sosial-religi, Semar, TirtaragaAbstract
Gunung Arjuna merupakan salah satu lanskap sakral penting di Jawa Timur yang menyimpan tinggalan arkeologis, manuskrip, dan tradisi lisan yang mencerminkan dinamika kepercayaan masyarakat pasca Majapahit. Permasalahan kajian ini adalah mengidentifikasi kelompok sosial-religius yang berkaitan dengan situs-situs sakral Gunung Arjuna pada abad XVI–XVII M serta menjelaskan representasi figur Semar sebagai otoritas religius lokal. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi memori sosial-religi masyarakat Gunung Arjuna melalui analisis tradisi tulis dan lisan. Penelitian ini menggunakan metode historiografi melalui pengumpulan, verifikasi, dan interpretasi sumber manuskrip, folklor, serta data historis-arkeologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa situs-situs sakral Gunung Arjuna berkaitan dengan golongan karsyan pasca Majapahit dan merepresentasikan kebangkitan tradisi neo-megalitik. Figur Semar tampil sebagai pembimbing spiritual dan penjaga keseimbangan kosmologis lokal. Kesimpulannya, Gunung Arjuna berfungsi sebagai pusat artikulasi memori sosial-religi masyarakat pasca Majapahit.
Downloads
Published
30-06-2026
Issue
Section
Articles
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Devan Firmansyah, Nur Elifianita Susanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.