VALUASI KOLEKSI BATIK DALAM RUBBISH THEORY: TRANSFORMASI NILAI KOLEKSI MUSEUM
Keywords:
koleksi museum, valuasi, batik, rubbish theory, nilai warisan budayaAbstract
Batik sebagai koleksi museum merupakan salah satu bentuk warisan budaya Indonesia. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, batik memiliki fungsi sebagai pakaian yang memiliki nilai kegunaan dan nilai sosial. Beberapa kain batik terpilih sebagai koleksi museum melalui serangkaian kajian dan pertimbangan. Hal ini menyebabkan adanya perubahan konteks, dari konteks pakai menjadi konteks museum, sehingga koleksi batik mengalami transformasi nilai dari objek pakai menjadi artefak koleksi museum yang bernilai. Kajian ini berupaya untuk menganalisis proses perubahan nilai dengan kerangka Rubbish Theory yang dikemukakan oleh Michael Thompson. Melalui pendekatan kualitatif, tulisan ini membahas bagaimana koleksi batik yang diperoleh Museum Batik Indonesia melalui mekanisme hibah telah mengalami perubahan kategori nilai dari transient menjadi durable melalui fase rubbish. Museum menjadi institusi yang memberikan nilai batik sebagai warisan budaya di museum. Kajian ini menunjukkan bahwa nilai koleksi batik tidak melekat terhadap objek, melainkan hasil dari proses sosial dan kuratorial yang berlangsung di museum.
Downloads
Published
30-06-2026
Issue
Section
Articles
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Archangela Yudi Aprianingrum, R. Cecep Eka Permana, Agi Ginanjar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.