VALUASI KOLEKSI BATIK DALAM RUBBISH THEORY: TRANSFORMASI NILAI KOLEKSI MUSEUM

Authors

  • Archangela Yudi Aprianingrum Ministry of Culture, Indonesia
  • R. Cecep Eka Permana University of Indonesia, Indonesia
  • Agi Ginanjar University of Indonesia, Indonesia

Keywords:

koleksi museum, valuasi, batik, rubbish theory, nilai warisan budaya

Abstract

Batik sebagai koleksi museum merupakan salah satu bentuk warisan budaya Indonesia. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, batik memiliki fungsi sebagai pakaian yang memiliki nilai kegunaan dan nilai sosial. Beberapa kain batik terpilih sebagai koleksi museum melalui serangkaian kajian dan pertimbangan. Hal ini menyebabkan adanya perubahan konteks, dari konteks pakai menjadi konteks museum, sehingga koleksi batik mengalami transformasi nilai dari objek pakai menjadi artefak koleksi museum yang bernilai. Kajian ini berupaya untuk menganalisis proses perubahan nilai dengan kerangka Rubbish Theory yang dikemukakan oleh Michael Thompson. Melalui pendekatan kualitatif, tulisan ini membahas bagaimana koleksi batik yang diperoleh Museum Batik Indonesia melalui mekanisme hibah telah mengalami perubahan kategori nilai dari transient menjadi durable melalui fase rubbish. Museum menjadi institusi yang memberikan nilai batik sebagai warisan budaya di museum. Kajian ini menunjukkan bahwa nilai koleksi batik tidak melekat terhadap objek, melainkan hasil dari proses sosial dan kuratorial yang berlangsung di museum.

Author Biographies

Archangela Yudi Aprianingrum, Ministry of Culture

Sekarang merupakan pegawai pada Kementerian Kebudayaan RI. Gelar Sarjana Arkeologi diperoleh dari Universitas Indonesia pada tahun 2007 dan Magister Arkeologi Universitas Indonesia pada tahun 2009. Saat ini sedang menempuh pendidikan doktor Arkeologi di Universitas Indonesia dan mengkaji bidang permuseuman.

R. Cecep Eka Permana, University of Indonesia

Arkeolog dan Guru Besar Departemen Arkeologi di Universitas Indonesia. Pendidikan sarjana ditempuhnya pada Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia, pendidikan magister pada Antropologi Pascasarjana Universitas Indonesia, dan pendidikan doktor Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Agi Ginanjar , University of Indonesia

Dosen Departemen Arkeologi di Universitas Indonesia dengan peminatan Manajemen Warisan/Cagar Budaya. Gelar pendidikan sarjana dan doktor diperoleh dari Program Studi Arkeologi Universitas Indonesia, sedangkan  sarjana lainnya dan magister diperoleh dari Program Studi Manajemen dengan kekhususan Manajemen Pemasaran Universitas Indonesia. Pengalaman praktisnya sebagai staf koleksi dan pameran di Bentara Budaya Jakarta, serta kurator pameran temporer di beberapa museum di Jakarta.

Downloads

Published

30-06-2026

Issue

Section

Articles

Citation Check