PEDANG, BATU DAN DOA: STRATEGI AIRLANGGA DALAM MEMBANGUN KEMBALI KEKUASAAN ATAS JAWA
Keywords:
Airlangga, Mahapralaya, Diplomasi Ekonomi, Legitimasi Kekuasaan, PrasastiAbstract
Pasca peristiwa Pralaya yang meruntuhkan Kerajaan, Airlangga menghadapi tantangan kompleks untuk merestorasi kekuasaan di Jawa yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan kekuatan fisik. Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi Airlangga dalam membangun kembali hegemoninya dengan menguji hipotesis pendekatan tripartit: Jalan Pedang, Batu, dan Doa. Menggunakan metode kualitatif melalui tahapan pengumpulan data prasasti, analisis, dan interpretasi historis, penelitian ini membedah kebijakan-kebijakan strategis Airlangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Airlangga menerapkan pola kebijakan integratif: “Jalan Pedang” berfungsi sebagai penaklukan militer untuk keamanan, “Jalan Batu” sebagai diplomasi ekonomi melalui infrastruktur, dan “Jalan Doa” sebagai upaya memperoleh legitimasi transendental. Disimpulkan bahwa kesuksesan Airlangga bukan bertumpu pada satu kekuatan tunggal, melainkan sinergitas antara militer, kemakmuran ekonomi, dan dogma agama yang efektif mengubah kepatuhan koersif menjadi loyalitas politik yang langgeng.
Downloads
Published
30-06-2026
Issue
Section
Articles
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Hari Fitria Utama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.