ESOSO: MENCARI HARI-HARI BAIK PADA MASYARAKAT DI PULAU KRAMIAN
DOI:
https://doi.org/10.52829/pw.83Keywords:
sailing, esoso, takak, pelangi buntung, stormAbstract
References
Ahimsa P., 1985. “Etnosains dan Etnometodologi” dalam Masyarakat Indonesia Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia.Agustus Jilid XII Nomor 2. Jakarta: LIPI.
________, 2010. Kearifan Lokal dan Pengetahuan Lokal. Peran dan Strategi Perlindnungan. Makalah disampaikan dalam Kongres Kebudayaan Kalimantan Barat II “Menggalai Potensi Modal Kultural Kearifan dan Pengetahuan Lokal. Ketapang: BPSNT Pontianak dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Disbuppapora Kabupaten
Ketapang.
Arundita. N.N., 2014. Pembagian Hasil Nelayan Desa Kemujan Kecamatan Karimunjawa Kabupaten Jepara. Skripsi untuk memperoleh gelar Sarjana Pada JurusanAntropologi FIB UGM.Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumenep, 2012. Kecamatan Masalembu Dalam Angka. Sumenep: Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumenep.
Beding. B., 2013. Menimba Kearifan Lokal Dalam Sastra Laut dan Tradisi Menangkap Koteklema. Makalah dalam Presentasi Borobudur Writer and Cultural Festival 17-20 Oktober 2013.
De Jonge.H.,1989. Madura. Dalam Empat Zaman: Pedagang, Perkembangan Ekonomi, dan Islam. Suatu Studi Antropologi Ekonomi. Jakarta: Perwakilan Koninklijk Instituut Voo Taal, Land-en Volkenkunde (KITLV), Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI), bersama Penerbit PT Gramedia.
Effendi. I dan Oktariza. W., 2008. Managemen Agribisnis Perikanan. Jakarta: Penebar Swadaya.
Geertz. C., 1983. Abangan, Santri, Priyayi Dalam Masyarakat Jawa. Jakarta : Pustaka Jaya.
Iriani dan Asis. A., 2012. Kearifal Lokal Orang Bajodi Pulau Wangi Wangi. Makassar: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Makassar.
Koentjaraningrat,1984. Kebudayaan Jawa, Jakarta: PN Balai Pustaka.
Masyhuri. 2009., ”Iptek dan Dinamika Ekonomi Nelayan” dalam Kembara Bahari Esei Kehormatan 80 Tahun Adrian B.Lapian. Jakarta: Komunitas Bambu.
Pramono, 2005. Budaya Bahari. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
Saif, Mansour, 2011. Faal Fortune Telling. Buckinghamshire: Shield Crest.
Satyananda. I. M., 2013. Kearifan lokal Suku Helong di Pulau Semau Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Denpasar: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Kebudayaan. Balai Pelestarian Nilai Budaya.
Spradley. J., 1979. The Ethnographic Interview. New York, Chicago, San Fransisco, Dallas. Montreal, Toronto, London, Sydney: Holt, Rinehart and Winston.
Sumintarsih, dkk., 2005. Kearifan Lokal di Lingkungan Masyarakat Nelayan Madura. Yogyakarta: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.
Tanudirjo. A D., 2013. Diaspora Austronesia dan Peradaban Bahari Indonesia. Makalah dalam Presentasi Borobudur Writer and Cultural Festival 17-20 Oktober.
Tobing. P.O., 1977. Hukum Pelayaran Dan Perdagangan Amanna Gappa. Ujung Pandang: Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan.
Undang Undang Republik Indonesia, 2005.Undang Undang Republik Indonesia.Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan.
Yapseneng. Y N., dkk., 2013. Sistem Berladang Etnis Matbat di Kampung Magey. Papua: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktoran Jendral Kebudayaan Balai Pelestarian Nilai Budaya Papua.
Banyard, P., Nicky Hayes, 2013. Psychology: Theory and Application. London: Springer.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2018 Mudjijono Mudjijono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.