Tabuhan di Tengah Larangan: Agensi Kiai Kampung dalam Sejarah Terbhâng Ghendhing di Probolinggo
DOI:
https://doi.org/10.52829/pw.561Keywords:
Adaptasi Musik, Agensi Kultural, Kiai Kampung, Madura, Terbhâng GhendhingAbstract
Artikel ini mengkaji lahirnya kesenian terbhâng ghendhing sebagai respons budaya masyarakat Madura migran di Probolinggo terhadap wacana pelarangan gamelan. Melalui pendekatan etnografi dan teori agensi budaya, tulisan ini menyoroti peran kiai kampung (kiyaè langghârân) sebagai aktor utama dalam menciptakan bentuk seni baru yang dapat diterima secara syariat namun tetap berakar pada tradisi lokal. Musik ini menjadi ruang negosiasi antara nilai Islam dan ekspresi musikal komunitas. Temuan studi ini menawarkan kontribusi terhadap wacana islamisasi, dengan menyoroti peran aktor subaltern dalam membentuk Islam yang kontekstual dan estetis. Artikel ini juga menunjukkan bahwa pelarangan tidak selalu mematikan tradisi, melainkan dapat mendorong transformasi kultural yang lebih kreatif dan berdaya hidup.
Downloads
Published
29-06-2025
Issue
Section
Articles
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Panakajaya Hidayatullah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.