SUKAPTINAH AND HAJINAH’S ROLES IN THE NATIONALIST MOVEMENT IN INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.52829/pw.8Keywords:
Sukaptinah, Hajinah, Nationalist movement, IndonesiaAbstract
References
Amini, M., (2009). "Biro Konsultasi Perkawinan" in Kota-Kota di Jawa, Yogyakarta: Ombak.
Besluit 24081/39, 14 Oktober 1939.
Blackburn, Susan (2007), Kongres Perempuan Pertama, Tinjauan Ulang, Jakarta: KITLV.
Boekoe Peringatan Konferensi Badan Perlindungan Perempoean Indonesia dalam Perkawinan (BPPIP), 21-23 Juli 1939 di Mataram-Jogjakarta.
Coté, Joost (2008), Realizing the Dream of R.A. Kartini: her Sisters’ Letters from Colonial Java. Ohio University Press.
Hatley, Barbara and Blackburn, Susan, “Representations of Women’s Roles in Houshold and Society in Indonesia Women’s Writing of the 1930’s”, Juliette Koning et al (ed.), Women and Housholds in Indonesia, Cultural Notions and Social Practices, NIAS Studies in Asian Topics Series 27.
Hidoep, 15 Juli 1939.
Ingleson, John (1983), Jalan ke Pengasingan: Pergerakan Nasional Indonesia Tahun 1927-1934, Jakarta: LP3ES.
Isteri Indonesia, “Perempoean dalam Volksraad (Pidato Njonja Soenarjo dalam rapat Openbaar di Semarang)”, October 1939.
KOWANI (1978), Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, p. 32.
Lailatul Huda, “Wanita dan “Malam”: ‘Aisyiyah di Kauman Yogyakarta 1914-1942,” Thesis, History, UGM, 1998.
Legene, Susan and Waaldijk, Berteke (2007) “Mission Interrupted: Gender, History and the Colonial Canon”, Maria Grever and Siep Stuurman(ed.), Beyond the Canon, History for the Twenty-first Century, Macmillan: Palgrave.
Locher-Scholten, Elsbeth (1996), Etika yang Berkeping-keping, Lima Telaah Kajian Aliran Etis dalam Politik Kolonial 1877-1942. Jakarta: Penerbitan Djambatan.
Mailrapport No. 62x/29, verslag van het eerste Indonesische vrouwencongres gehouden te Jogjakarta van 22 tot 25 December 1928.
Mutiah Amini (2009), “Biro Konsultasi Perkawinan” in Kota-kota di Jawa, Yogyakarta: Ombak.
Pewarta PPPPA, “soeara Perkoempoelan Pembasmian Perdagangan Perempoean dan Anak-anak”, dibawah penilikan Ki Hadjar Dewantara, no. 1, tahoen 1, 30 Desember 1932
Pidato Ir. Soekarno dalam konggres PNI pada 1 Augustus 1929, dalam Isteri, September 1929, Nomor 5, taoen ke I, hlm. 1.
Pringgodigdo, A.K. (1986), Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia, Jakarta: Dian Rakyat.
Ricklefs, M.C., Sejarah Indonesia Modern 1200-2004, Jakarta: Serambi.
Sartono Kartodirdjo (1999), Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional, dari Kolonialisme sampai Nasionalisme: Jilid 2, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Scott, Joan Wallach (1999), Gender and the Politics of History, New York: Columbia University Press.
Soeara ‘Aisjijah, No. 1 March 1953 – Djum. Achir 1372, Year XVIII.
Soeara ‘Aisjijah, No. 8, Aug. 1941 – Sja’ban 1360, Year. XVI, p. 439.
Soetomo (1928), Perkawinan dan Perkawinan anak2, Jakarta: Balai Poestaka.
Stuers, Cora Vreede-de (2008), Sejarah Perempuan Indonesia, Gerakan dan Pencapaian, Jakarta: Komunitas Bambu.
Suratmin et al. (1991), Biografi Tokoh Konggres Perempuan Indonesia Pertama, Jakarta: Departmen Pendidikan dan Kebudayaan, pp. 111-112.
Volstelling 1920.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2017 Mutiah Amini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.