About the Journal

Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya is a journal owned by Culture Preservation Center Region X, Ministry of Culture with the ISSN 2598-4209 (online) and 1411-5239 (print). Patra Widya publishes articles of research, book reviews, and opinions. The Patra Widya appears in a dark gray cover with a papyrus manuscript. The Patra Widya Journal is published twice a year in June and December. The study of the Patra Widya Journal article is on the family of history and culture. The Patra Widya name came from a combination of two words "patra" and "widya", derived from Sanskrit, and became an absorption word in Old Javanese. the word "patra" is derived from the word "pattra", from the root of the term pat = float, which is then interpreted by the wings of birds; fur, leaves; flower leaf; fragrant plants fragrant; leaves used for writing; letter; document; thin metal or gold leaf. The word "widya" comes from the word "vidya", from the root vid = know, which then means "science". Patrawidya is defined as "a sheet containing science".

Announcements

Open Call Jurnal Patrawidya Volume 27 Nomor 1 Bulan Juni Tahun 2026

28-01-2026
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya dengan ISSN 2598-4209 (daring) dan 1411-5239 (cetak) yang mempunyai fokus dan ruang lingkup pada sejarah dan kebudayaan (Cagar Budaya dan Objek Pemajuan Kebudayaan) mengundang segenap akademisi dan penulis lepas untuk berpartisipasi memberikan kontribusi dalam bentuk naskah yang akan diterbitkan dalam Volume 27 Nomor 1 Bulan Juni Tahun 2026. Read more about Open Call Jurnal Patrawidya Volume 27 Nomor 1 Bulan Juni Tahun 2026

Current Issue

Vol. 26 No. 2 (2025)
Jurnal Patrawidya Volume 26 Nomor 2 Bulan Desember 2025
Edisi Jurnal Patrawidya Vol. 26 No. 2, Desember 2025 memuat 8 (delapan) artikel dalam bidang sejarah dan budaya. Kedelapan artikel tersebut adalah 1) “Jejak Ekonomi Kolonial pada Lanskap Budaya di Kuantan” karya Indriani dan Fadhilah A.; 2) “Forgotten Her Story: Reclaiming Gendered History of Women Independence Fighters in Indonesia and Philippines” karya Ilham B., dkk.; 3) “Perempuan-Perempuan Pionir dalam Pendidikan Dokter di Indonesia Masa Kolonial” karya Baha Uddin, dkk.; 4) “Transformasi Tradisi Masatia Padem Menjadi Masatia Rambut Pasca Intervensi Kolonial di Bali 1905” karya I. G. A. N. Dharma Yuda dan Safin K. R.; 5) “Dua Artefak Hibah Mangkunegara IV: Asal-Usul Koleksi Rijksmuseum Voor Volkenkunde Nomor Rv-1403-2236 dan Rv-1403-2237” karya Andri S. N.; 6) “Penggambaran Relief Bermotif Hewan di Candi Morangan dan Candi Sojiwan (Abad Ke-8-10 M)” karya Elissa F. dan Agus A. M.; 7) “Skriptorium Kedungpoh Gunungkidul: Tradisi Tulis Alternatif di Luar Hegemoni Istana Yogyakarta” karya Hannan Asrowi E. L. dan Manneke B.; 8) “Keberagaman Sosial-Budaya Kesultanan Yogyakarta” karya Y. Argo Twikromo.
Published: 31-12-2025

Articles

View All Issues